Jumat, 25 November 2011

LAPORAN PRAKTIKUM KELAS PISCES


                   I.     PENDAHULUAN
a.      Latar belakang
Kelas Pisces merupakan hewan berdarah dingin , bernafas dengan insang, tubuh ditutupi oleh sisik dan bergerak menggunakan sirip. Hidup di air tawar dan air asin (laut). Berdasarkan tulang penyusun, kelas ini dibedakan atas ikan bertulang sejati (Osteichtyes) dan ikan yang bertulang rawan (Chondrichetyes).Kalau dilihat dari jumlah spesiesnya yang dikatakan terbanyak dari vertebrata. Penyebaran ikan boleh dikatakan hamper diseluruh permukaan bumi ditemukan di air tawar maupun air asin. (Hayati, 2011)
Pada sistematika atau taksonomi ada 3 pekerjaan yang biasa dilakukan, yaitu identifikasi, klasifikasi, dan pengamatan evolusi. Identifikasi merupakan pengenalan dan deskripsi yang teliti dan tepat terhadap suatu jenis/spesies yang selanjutnya diberi nama ilmiahnya sehingga diakui oleh para ahli diseluruh dunia. Klasifikasi adalah suatu kegiatan pembentukan kelompok-kelompok makhluk hidup dengan cara memberi keseragaman ciri/sifat di dalam keanekaragaman ciri yang ada pada makhluk hidup tersebut. (Riki, 2010)
Untuk mendukung pengetahuan tentang klasifikasi dan taksonomi diperlukan adanya identifikasi dari berbagai parameter morfologi dari bentuk tubuh ikan. Dengan melihat morfologi ikan kita dapat mengelompokkan ikan/hewan air. Sistem atau cara pengelompokan ini dikenal dengan istilah sistematika atau taksonomi. (Riki 2010)

  1. Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui morfologi dari hewan kelas pisces dan dapat mengetahui ukuran serta jumlah bagian-bagian tubuh dari kelas pisces tersebut. Praktikum ini juga bertujuan agar kita dapat mengetahui cara identifikasi dan membuat klasifikasi dari objek praktikum.
  1. Tinjauan pustaka
Ikan adalah hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup diair. Suhu tubuhnya berubah-ubah tergantung dengan suhu lingkungannya (poikiloterm). Bergerak dan mempertahankan keseimbangan tubuhnya dengan menggunakan sirip dan bernafas dengan insang, namun selain menggunakan insang ada juga ikan yang memiliki alat pernafasan tambahan yang fungsinya sama dengan paru-paru. Ikan apabila ditinjau dari morfologinya dapat dibagi menjadi tujuh bagian yaitu bentuk tubuh, bentuk mulut, linnea lateralis, sirip, sungut, sisik, dan ciri-ciri lainnya. Sedangkan bagian tubuh lainnya, ikan dapat dibagi tiga bagian yaitu kepala (caput), badan (truncus), dan ekor (caudal). (Aninomous, 2010).
Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes). (Anonimous, 2011)
Vertebrata yang pertama kalinya ditemukan sebagai fosil adalah ikan tak  berahang, yakni Ostrakodermi  Beberapa terdapat di dalam batu-batuan Ordovisium meskipun pada zaman silur mereka terdapat dalam jumlah yang lebih banyak. Hewanini adalah ikan pipih yang relative berukuran kecil dengan ukuran sekitar 15 sampai 30 cm. dengan ukurannya tersebut, diperkirakan hidup dengan mengisap zat-zatorganik dari dasar sungai tempat mereka hidup. Pertukaran gas terjadi pada pasangan-pasangan insang antenna, dengan tiap insang ditunjang oleh satu lengkungtulang. Air masuk melalui mulut, melalui insang dan keluar melalui serangkaiankantung insang yang bermuara di permukaan. Tidak terdapat sirip pada ikan tersebut,dan berenang dengan gerakan undulasi (Kimball 1983).Selama akhir masa Silur dan awal masa Devon, vertebrata dengan rahang,anggota super kelas Gnathostomata (mulut berahang) menggantikan sebagian besar hewan Agnatha Kelas ikan yang masih hidup ( Chondrichtyes danOsteichtyes) pertama kali munculpada masa ini, bersama-sama dengan suatu kelompok yang diberinama Plakoderma (Placoderm) atau berkulit lempeng yang tidak memiliki keturunanyang hidup.Vertebrata berahang juga memiliki dua pasang anggota badan yang berpasangan, sementara hewan agnatha tidak memiliki anggota badan atau hanyamemiliki sepasang. (Dharma, 2009)
Ikan mempunyai sirip yang penting untuk pergerakannya dan sisik yang berfungsi sebagai penutup tubuhnya. Berdasarkan bentuknya sirip ekor dibedakan atas tipe rounded, truncate, emerginate, lunate dan forked. Berdasarkan bentuk sisik dibedakan atas sisik placoid, ganoid, ctenoid dan cycloid. Tipe mulut berdasarkan letaknya yaitu tipe inferior, superior, terminal dan sub terminal. Bentuk umum tubuh ikan juga bervariasi seperti fusiform, compresiform, depressiform, anguiliform, sagititiform dan globiform. (Riki, 2010)
Berdasarkan habitat hidupnya, ikan dibedakan dua macam yaitu ikan air tawar dan ikan air asin (laut). Ikan air tawar adalah ikan yang menghabiskan sebagian atau seluruh hidupnya di air tawar, seperti sungai dan danau, dengan salinitas kurang dari 0,05%. Dalam banyak hal lingkungan ini berbeda dengan lingkungan perairan laut, dan yang paling membedakan adalah tingkat salinitasnya. Untuk bertahan di air tawar, ikan membutuhkan adaptasi fisiologis yang bertujuan menjaga keseimbangan konsentrasi ion dalam tubuh. 41% dari seluruh spesies ikan diketahui berada di air tawar. Hal ini karena spesiasi yang cepat yang menjadikan habitat yang terpencar menjadi mungkin untuk ditinggali. (Riki, 2010)
Identifikasi adalah pekerjaan mencari dan mengenal ciri-ciri taksonomi individu yang beraneka ragam dan memasukannya dalam suatu takson.Identifikasi penting artinya ditinjau dari segi ilmiah, sebab seluruh pekerjaan berikutnya sangat tergantung dari hasil identifikasi yang benar dari suatu spesies yang sedang diteliti.Dalam melakukan identifikasi ikan, buku kunci identifikasi ikan mutlak diperlukan.Agar mudah dalammenggunakan buku kunci identifikasi, terlebih dahulu harus memahami istilah-istilah yang biasa digunakan dalam identifikasi. Identifikasi ikan didasarkan atas morfometrik dan meristik yang dilakukan sesuai dengan petunjuk identifikasi. (Hayati, 2011)






















                II.     PELAKSANAAN PRAKTIKUM

a.      Waktu dan tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari sabtu, 2 dan 8 oktober 2011 di Laboratorium MIPA STAIN Batusangkar.

b.      Alat dan bahan
Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini adalah bak bedah,  penggaris dan alat tulis. Sedangkan bahan yang digunakan, yaitu Cyprinus carpio (ikan mas), Tilapia nilotica (ikan nila), Osphronemus goramy (ikan gurami), Monophterus albus (belut), dan Poisilia reticulata (ikan pantau), Sarda orientalis (Ikan tongkol), Trichiurus lepturus (Ikan baledang), dan Upeneus sulphureus (Ikan pinang-pinang).

c.       Cara kerja
Untuk pengamatan pada praktikum ini, hal-hal yang dilakukan adalah penyediaan alat dan bahan praktikum, kemudian letak ikan pada bak bedah dengan posisi kepala di sebelah kiri. Amati ikan tersebut tentukan bentuk tubuh, tipe letak mulut, bentuk  sisik, tipe sirip ekor , bentuk garis sisi(lateral line), warna dan corak tubuh, bagian dan organ yang khas. Kemudian lakukan pengukuran dan perhitungan terhadap setiap parameternya, yaitu panjang total, panjang standar, panjang kepala, tinggi badan,  tinggi batang ekor , panjang batang ekor , tinggi sirip punggung, panjang dasar sirip punggung, panjang sirip dada, panjang sirip perut, panjang sirip dubur, diameter mata.





             III.     HASIL DAN PEMBAHASAN
1.      Ikan Gurami (Osphronemus goramy)

                  Klasifikasi :
                  Kingdom   : Animalia
                  Filum         : Chordata
                  Kelas         : Pisces
                  Ordo          : Perciformes
                  Family       : Osphronemidae
                  Genus        : Osphronemus
                  Spesies      : Osphronemus goramy

      Dari praktikum yang dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut: Bentuk tubuh pipih datar, tipe letak mulut terminal, tipe sirip ekor membulat, bentuk garis sisi relative lurus, warna dan corak tubuh : kepala warna hitam kekuningan, perur warna kuning keemasan, ekor warna abu-abu dengan ujung kekuningan, dorsal warna abu-abu gelap. Dan parameter yang didapatkan adalah panjang standar adalah 90 mm, panjang total adalah 110 mm, panjang kepala 30 mm, tinggi badan 40 mm, panjang batang ekor 15 mm, tinggi batang ekor 13 mm, panjang moncong 10 mm, tinggih sirip punggung 20 mm, panjang dasar sirip punggung 35 mm, panjang siripn dada 5 mm, panjang sirip perut 80 mm, panjang sirip dubur 45 mm, diameter mata 9 mm. rumus perhitungan sirip adalah sirip dorsal DXIV, 20,  sirip anal  AXI,21, sirip ventral V,4, pectoral P, 12.  

2.      Ikan Mas (Cyprinus carpio) (robin and Bailey, 1991).

Klasifikasi :
Kingdom   : Animalia
Filum         : Chordata
Kelas         : Actinopterygii
Ordo          : Cypriniformes
Family       : Cyprinidae
Genus        : Cyprinus
Spesies      : Cyprinus carpio

Berdasaran praktikum yang telah dilakukan, maka didapatkan keterangan sebagai berikut :  bentuk ikan berdasarkan potongan melintang adalah pipih tegak, tipe letak mulut terminal (ujung), tipe sirip ekor menggarpu, bentuk garis sisi lateral, warna corak tubuh, kepala : orange, mata : hitam, perut : krem, punggung : orange muda, bagian vektoral : merah muda, pada bagian pangkal orange, bagian ventral : kuning muda, dengan bagian atas berwarna kuning.
Parameternya didapatkan : panjang total 275 mm, panjang standar 225 mm, panjang kepala 65 mm, panjang batang ekor 55 mm, panjang moncong 35 mm, tinggi sirip punggung 90 mm, panjang pangkal sirip punggung 90 mm, diameter mata 15 mm, tinggi batang ekor 35 mm, tinggi badan 95 mm, panjang sirip dada 50 mm, dan panjang sirip perut 50 mm.
Karakter yang dihitung : sirip punggung (DII, 18), sirip ekor (CXIV, 5), gurat sisi (35), lubang hidung ada, sungut 2 pasang, sirip dada (PVII, 6), sirip perut (VV, 4), dan sirip dubur (AIV, 2).

3.      Ikan nila (Tilapia nilotica )

Klasifikasi :
Kingdom   : Animalia
Filum         : Chordata
Kelas         : Actinopterygii
Ordo          : Perciformes
Family       : Cichlidae
Genus        : Tilapia
Spesies      : Tilapia nilotica

            Pada ikan nila didapatkan karakter sebagai berikut : bentuk tubuh pipih tegak, tipe letak mulut terminal, tipe sirip ekor truncatus, bentuk garis sisi (lateral line) dua terputus, warna dan corak tubuh : kepala berwarna hitam, badan berwarna abu-abu  kehitaman, ekor hitam, bagian dan organ yang khas yaitu pada lingkar mata kemerah-merahan, dan bentuk sisik tidak jelas.
            Karakter yang diukur : panjang standar 145 mm, panjang total 165 mm, panjang kepala 47 mm, tinggi badan 50 mm, panjang batang ekor 140 mm, tinggi batang ekor 140 mm, panjang moncong 117 mm, tinggi sirip punggung (dorsal) 160 mm, panjang dasar sirip punggung 75 mm, panjang sirip dada (pektoral) 42 mm, panjang sirip perut (ventral) 35 mm, panjang sirip dubur (anal) 30 mm, dan diameter mata 12 mm.

4.      Ikan Lele (Clarias batrachus)
Klasifikasi :
Kingdom   : Animalia
Filum         : Chordata
Kelas         : Actinopterygii
Ordo          : Siluriformes
Famili        : Claridae
Genus        : Claris
Spesies      : Claris batrachus

            Pada percobaan ikan lele didapatkan karakter sebagai berikut : bentuk tubuh pipih tegak, tipe letak mulut subterminal, tipe sirip ekor rhomboid, bentuk sisik licin, bentuk garis sisi (lateral line) relatif lurus, warna dan corak tubuh : kepala berwarna hitam, badan berwarna abu-abu hitam, dan ekor berwarna hitam, bagian organ yang khas yaitu berkumis sebanyak 6 buah dan kepala keras.
            Karakter yang diukur adalah : panjang standar 210 mm, panjang total 235 mm, panjang kepala 60 mm, tinggi badan 150 mm, panjang batang ekor 25 mm, tinggi batang ekor 20 mm, panjang moncong 15 mm, tinggi sirip punggung (dorsal) 10 mm, panjang dasar sirip punggung 135 mm, panjang sirip dada 24 mm, panjang sirip perut (ventral) 20 mm, panjang sirip dubur (anal) 95 mm, dan diameter mata 3 mm.








5.      Ikan Belut (Monopterus albus )

Klasifikasi :
Kingdom   : Animalia
Filum         : Chordata
Kelas         : Actinopterygii          
Ordo          : Synbranchiformes
Family       : Synbranchidae
Genus        : Monopterus
Spesies      : Monopterus albus

            Karakter yang diamati adalah : bentuk tubuh dari samping berbentuk silindris memanjang, tipe letak mulut terminal, tipe sirip ekor membulat, bentuk sisik licin, bentuk garis sisi (lateral line) relatif lurus, warna dan corak tubuh : tubuh pada bagian atas berwarna cokelat sedangkan tubuh pada bagian bawah berwarna kekuningan, dan  bagian organ yang khas (-).
      Karakter yang diukur : panjang standar 190 mm, panjang total 265 mm, panjang kepala 15 mm, tinggi badan 11 mm, panjang batang ekor 5 mm, panjang moncong 4 mm, dan diameter mata 0,5 mm.
6.      Ikan Pinang-Pinang (Upeneus sulphureus)

Klasifikasi :
Kingdom   : Animalia
Filum         : Chordata
Kelas         : Pisces
Ordo          : Perciformes
Famili        : Mullidae
Genus        : Upeneus
Spesies      : Upeneus sulphureus
           
            Karakter yang diamati pada percobaan ikan pinang-pinang adalah sebagai berikut : bentuk tubuh pipih tegak, tipe letak mulut terminal, tipe sirip ekor menggarpu, bentuk garis sisi (lateral line) relatif lurus, warna dan corak tubuh : pada kepala berwarna orange keabu-abuan, tubuh berwarna cokelat kemerah-merahan, ekor berwarna cokelat dengan ujung kemerahan, dan perut berwarna cokelat putih keemasan.
            Sedangkan karakter yang diukur adalah : panjang standar 65 mm, panjang total 100 mm, panjang kepala 20 mm, tinggi badan 19 mm, panjang batang ekor 14 mm, tinggi batang ekor 15 mm, panjang moncong 8 mm, tinggi sirip dorsal 10 mm, panjang dasar sirip punggung (dorsal/DXIV, 5) 40 mm, panjang sirip dada (pektoral) 15 mm, panjang sirip perut (ventral) 10 mm, panjang sirip dubur (anal) ada tapi kecil, dan diameter mata 5 mm.

7.      Ikan Beledang (Trichiurus lepturus )

Klasifikasi :
Kingdom   : Animalia
Filum         : Chordata
Kelas         : Pisces
Ordo          : Perciformes
Famili        : Trichiuridae
Genus        : Trichiurus
Spesies      : Trichiurus lepturus (Linnaeus, 1758)

            Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan maka didapatkan hasil sebagai berikut : bentuk tubuh sangat pipih, tipe letak mulut superior, tipe sirip ekor runcing, bentuk garis sisi (lateral line) melengkung, warna dan corak tubuh : kepala berwarna abu-abu kehitaman, perut berwarna abu-abu keputihan, sedangkan ekor berwarna abu-abu, bagian dan organ yang khas adalah bentuk tubuh yang pipih dan memanjang, tipe mulut superior dan sisi yang tajam.
            Karakter yang diukur adalah : panjang standar 300 mm, panjang total 450 mm, panjang kepala 60 mm, panjang badan 30 mm, panjang batang ekor 60 mm, panjang moncong 37 mm, tinggi sirip punggung (dorsal) 20 mm, panjang dasar sirip punggung 350 mm,  panjang sirip dada (pektoral) 20 mm, panjang sirip perut (ventral) -, panjang sirip dubur (anal) ada tapi pendek, dan diameter mata 11 mm.

8.      Ikan Tongkol (Sarda orientalis) (Temminck dan Schlegel, 1844)

Klasifikasi :
Kingdom   : Animalia
Filum         : Chordata
Kelas         : Pisces
Ordo          : Perciformes
Famili        : Scrombidae
Genus        : Sarda
Spesies      : Sarda orientalis (Temminck dan Schlegel, 1844)

      Karakter yang diamati pada ikan tongkol adalah sebagai berikut : bentuk tubuh pipih tegak, tipe letak mulut terminal (ujung), tipe sirip ekor menggarpu, bentuk garis sisi (lateral line) lateral, warna dan corak tubuh : kepala berwarna abu-abu gelap, bagian perut berwarna abu-abu kehitaman, dan ekor berwarna abu-abu dengan bagian ujung kemerahan.
      Karakteristik yang diukur adalah : panjang standar 150 mm, panjang total 260 mm, panjang kepala 70 mm, tinggi badan 65 mm, panjang batang ekor 180 mm, tinggi batang ekor 120 mm, panjang moncong 130 mm, tinggi sirip punggung (dorsal) 10 mm, panjang dasar sirip punggung 20 mm, panjang sirip dada (pektoral) 54 mm, panjang sirip perut (ventral) 27 mm, panjang sirip dubur (anal) 13 mm, dan diameter mata 14 mm.

9.      Ikan Serai
Klasifikasi :
Kindom     :
Filum         :
Kelas         :
Ordo          :
Famili        :
Genus        :
Spesies      :

            Pada ikan serai karakter yang diamati adalah sebagai berikut : bentuk tubuh pipih tegak, tipe letak mulut terminal, tipe sirip ekor menggarpu, bentuk garis sisi (lateral line) relatif lurus, warna dan corak tubuh abu-abu putih,.
            Sedangkan karakter yang diukur adalah : panjang standar 115 mm, panjang total 135 mm, panjang kepala 33 mm, tinggi badan 30 mm, panjang batang ekor 35 mm, tinggi batang ekor 6 mm, panjang moncong 12 mm, tinggi sirip punggung (dorsal) 4 mm, panjang dasar sirip punggung 50 mm, panjang sirip dada (pektoral) 24 mm, panjang sirip perut (ventral) 13 mm, panjang sirip dubur (anal) 8 mm, dan diameter mata 7 mm.











KUNCI DETERMINASI

1.a. Ikan air tawar       .................................................................................   2
   b. Ikan laut   ............................................................................................    6
2.a. Terminal   ............................................................................................    3
   b. Subterminal          ....................................................   Clarias batrachus
3.a. Bersisik     ............................................................................................    4
   b. Tidak bersisik       ...................................................    Monopterus albus
4.a. Pipih datar            ...............................................  Osphronemus goramy
   b. Pipih tegak           ...............................................................................     5
5.a. Trubcatus              .......................................................    Tilapia nilotica
   b. Menggarpu           .......................................................   Cyprinus carpio
6.a. Sangat pipih         ..................................................   Trichiurus lepturus
   b. Pipih tegak           ..............................................................................      7
7.a. Punya fitlet           .......................................................    Sarda orientalis
   b. Tidak punya fitlet                        ..................................................................      8
8.a. Berwarna putih kemerahan          ..........................  Upeneus sulphureus
   b. Berwarna abu-abu putih    .................................. ..............       Ikan Serai











             IV.      KESIMPULAN DAN SARAN
a.      Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum yang telah diksanakan pada tanggal 2 dan 8 Oktober 2011, maka didapatkan karakter yang berbeda-beda dari setiap jenis ikan, baik ikan air tawar maupun ikan laut.
b.      Saran
Dalam pelaksanan praktikum selanjutnya praktikan hendaknya melakukan pengamatan dan pengukuran dengan teliti sehingga data yang didapatkan akurat dan sesuai dengan teori yang ada.




















DAFTAR PUSTAKA

Anonimous. 2011. Ikan. http://id.wikipedia.org. [11 oktober 2011]

Anonimous. 2011. Laporan praktikum zoology http:// www.scribd.com/. [11 oktober 2011]
Dharma. 2009. Laporan praktikum fisiologi hewan air. http://dhamadharma.wordpress.com [11 oktober 2011]

Riki. 2010. Laporan pisces. http://rykibio046.blogspot.com. [11 oktober 2011]

Winda hayati. 2011. Kelas pisces. http://windahayati14.blogspot. [11oktober 2011]











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar